Tahun 2018 ini, festival Rock in Celebes memasuki tahun kesembilan. Ada banyak hal sudah terjadi sepanjang perjalanan yang tidak bisa dibilang kemarin sore ini. Festival ini, berkembang, meluaskan diri dan mencoba banyak hal dari tahun ke tahun.

Tahun ini, eksperimen yang terjadi adalah membawa satelit festival berkeliling ke sejumlah kota di Pulau Jawa dan Kalimantan.

Rock in Celebes tahun ini rencananya akan berlangsung akhir pekan ini, 1-2 Desember 2018 di Lapangan Parkir Trans Studio, Makassar. Yang harus dicatat adalah makin mekar merekahnya Makassar sebagai barometer musik di Indonesia bagian timur.

Festival ini sendiri tetap mengedepankan kelokanan mereka yang bersanding dengan undangan pada nama-nama besar di scene musik lokal Indonesia.

Setelah line up dirilis dan jadwal main disebarluaskan, kami merasa perlu untuk memberi highlight pada delapan talenta yang harus dicek di Rock in Celebes tahun ini. (*)

Theory of Discoustic

Salah satu ekspor musik terbaik Makassar ini, sudah menguji ketangguhan dengan main di berbagai kota di Satellite Festival Rock in Celebes yang keliling beberapa minggu yang lalu. Menutup kisah seru itu dengan main di kampung halaman sudah barang tentu romantis sekaligus pembuktian bahwa jalanan dan pengalaman baru, menambah peluru mereka untuk berkarir dan punya cerita lebih jauh dari apa yang sudah ada di genggaman saat ini.

Mooner

Mooner yang berasal dari Bandung, jadi salah satu nama cult di scene rock Indonesia beberapa tahun belakangan. Penggemarnya militan dan setia mengikuti band ini bermain. Selain Theory of Discoustic, mereka juga merasakan serunya keliling di rangkatan Satellite Festival Rock in Celebes yang dilangsungkan sebelum main festival terjadi akhir pekan ini.

Pusakata

Setelah memutuskan untuk keluar dari Payung Teduh, Muhammad Istiqamah Djamad, kini dikenal dengan Pusakata. Ia punya karir baru sebagai penyanyi solo. Dibantu beberapa musisi jawara nama seperti Eugene Bounty, Denny Chasmala dan Ronald Fristianto, Pusakata kini sibuk mengenalkan lagu-lagunya seperti Kehabisan Kata dan Cemas ke telinga yang lebih luas. Di Rock in Celebes, ia main di kampung halaman.

Mocca

Mocca baru merayakan ulang tahun kesembilanbelas. Jika diibaratkan dengan umur manusia, mereka sudah matang. Dengan materi lagu yang yang mudah dicerna dan mengajakmu bergoyang, sulit rasanya melewatkan kesempatan untuk menyaksikan mereka di panggung rock in Celebes. Swinging Friends, mana suaranya?

Seringai

Di tahun 2018 ini, Seringai merilis album penuh ketiga mereka, Seperti Api. Tema dan musiknya seperti biasa, keras dan marah. Lagu mereka Seperti Api dan Adrenaline Merusuh sudah jadi jaminan untuk membuatmu moshing sampai berkeringat. Menyaksikan mereka di panggung sudah enak, pilihan lagu yang dimainkan, levelnya hits semua.

Murphy Radio

Perwakilan Pulau Kalimantan tahun ini, diemban tugasnya oleh trio math-rock asal Samarinda ini. Mereka menelurkan album self titled pada bulan September yang lalu. Kisah Murphy Radio, sangatlah menarik. Siapa yang menyangka, math rock bisa membawa tiga anak muda Samarinda ini keliling bermain di banyak festival menyenangkan di Indonesia? Kenyataannya, musik mereka telah mengembara ke banyak tempat di negeri ini.

Semiotika

Terbang dari Jambi ke Makassar khusus buat festival ini, merupakan suatu hal yang rasanya lumayan berat untuk dijalankan kalau parameternya adalah jarak yang mesti ditempuh. Di 2018 ini, Semiotika menyelesaikan Siasat Calling On The Road sekaligus menampilkan set penuh tenaga di Soundrenaline 2018. Semeotika adalah contoh anak muda yang bersemangat mengejar mimpinya lewat musik.

Kapal Udara

Band ini adalah pemuda setempat. Mereka akan bermain di kampung halamannya sendiri, sama seperti Theory of Discoustic, Pusakata dan sejumlah band lainnya. Banyak dan beragamnya musik di Makassar, menegaskan bahwa ada poros spesial yang sedang berkembang biak di bagian Indonesia yang sebelah itu. Kapal Udara dan musik serunya, mengambil bagian dalam proses tersebut.

 

Teks: Rio Jo Werry/ Felix Dass
Foto: Adjust Purwatama