5 Mini Album Pilihan Siasat Partikelir

Tidak terasa bulan Mei segera berakhir, bulan yang padat dan melelahkan cukuplah untuk kita berfikir jika hidup masih baik-baik saja dengan segala aktifitas dan rutinitas yang ada. Di awal minggu dan akhir bulan ini Siasat Partikelir mencoba merangkum beberapa mini album pilihan kami. Mini album yang hadir dari beberapa musisi yang setidaknya dirilis beberapa bulan hingga beberapa minggu terakhir dan cukup mengejutkan, dan kami rasa kumpulan mini album ini cukup untuk menemani akhir bulan dan menyambut bulan yang baru, dengan segala aktifitas dan kesibukan yang baru juga. Berikut adalah mini album dari musisi lokal pilihan Siasat Partikelir:

 

Yang pertama kami punya “Allegory Act: II” milik Rayssa Dynta. Mini album “Allegory Act:II” adalah rangkaian dari trilogi mini album sebelumnya, mini album yang dirilis sekitar dua bulan lalu yang berisi dua nomor didalamnya, salah satunya adalah “The Usual” yang juga merupakan hasil kolaborasi Rayssa Dynta dengan Tedy Adhitya ebagai produser, cukup bebeda dengan beberapa rilisan sebelumnya, “The Usual” menawarkan lebih banyak instrumen dan suara organik. Meskipun begitu, Rayssa Dynta masih menunjukan karakteristiknya alam menulis lagu yang penuh teka-teki.

Rayssa Dynta Allegory Act: II

Yang kedua adalah “Yeah Yeah Youth” milik Svmmerdose, Sedikit berbeda dengan album yang sebelumnya, kali ini unit duo Svmmerdose mencoba mengangkat genre alternative hip-hop dengan beberapa sentuhan elemen sound yang tidak seperti biasanya. Nama “Yeah Yeah Youth” diambil untuk mencoba menggambarkan pengalaman Iqbal Ramadhan dan Tarapti Ikhtar Rinrin di masa muda, dengan tema yang dirasa relate dengan kehidupan generasi muda saat ini. dari deretan lima nomor yang ada di mini album “Yeah Yeah Youth” membawa kisah seputar intimate love story, relathionship, friendzone, kehilangan, hingga cerita penolakan.

 

Selanjutnya Mini Album “ A Culture A 6” milik Feel Koplo, duo koplo elektronik asal kota kembang Bandung. Menghadirkan 6 nomor didalamnya, 3 nomonr hasil rombakan dari lagu-lagu popular milik musisi-musisi Indonesia seperti The Panturas, Rocket Rocker, hingga Closehead, dan 3 nomor berikutnya adalah orisinal yang ditulis oleh Feel Koplo seperti “Alkulturasik”, “AnginBerderu Kencang”, dan juga “Hura-Haru”. Mini Album “A Culture A 6” juga menjadi sebuah pengukuhan identitas dari Feel Koplo, dimana mereka dapat menciptakan lagunya sendiri dan juga dapat memberikan tribute untuk teman-teman sesama musisi yang sekaligus idola mereka melalui lagu yang mereka remix dan dikemas dalam musik dangdut gaya Feel Koplo itu sendiri.

Yang ke-empat kami punya Mini album milik Nadya Fatira “The Other Side”. Mini album ‘The Other Side’ memuat setidaknya lima buah lagu, yang mana empat diantaranya adalah lagu lama yang coba di-remake atau diarasemen ulang oleh Nadya Fatira, ditambah satu materi lagu baru berjudul “Come Walk With Me”. Mangulas tentang lagu “Come Walk With Me” yang juga menjadi materi terbaru yang dimuat di mini album kali ini, lagu ini sejatinya bercerita tentang suatu hubungan yang sangat memungkinkan adanya perbedaan. Namun perbedaan itu yang akhirnya menjadi elemen untuk saling menguatkan satu sama lain, hingga menjadi suatu hubungan yang baik.

Yang terakhir adalah mini album “kalah bertaruh” milik Nadin Amizah. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, mini album “kalah bertaruh” adalah potongan kisah dan harapan yang Nadin Amizah senandungkan di album sebelumnya, maka dari itu mini album “kalah bertaruh” lahir sebagai kisah lanjutan dari “Taruh” pada album perdananya “Selamat Ulang Tahun”. Mini album “Kalah Bertaruh”, Nadin Amizah membagikan kisahnya dalam 5 babak melalui rangkaian lagu-lagu yang ada di dalamnya. Salah satunya adalah “sebuah tarian yang tak kunjung selesai”, lagu yang dijadikan sorotan dalam mini albumnya, karena melalui lagu ini, Nadin Amizah mampu mengemas kisahnya secara utuh.

 

Teks: Reza Raditya

Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading

Themilo Rangkum Perjalanannya di Nomor "Flow"

Dua dekade berlalu dan Themilo tetap berjalan dengan syahdu. Pada akhir Juli 2022, unit shoegaze dari Bandung yang berdiri sejak 1996 ini baru saja merilis single terbaru mereka berjudul “Flow”....

Keep Reading

Adaptasi Kehidupan Digital di Koleksi Terbaru Monstore

Jenama pakaian dan gaya hidup Monstore mengumumkan koleksi terbaru mereka dengan nama “New Fictional Temptation”. Koleksi ini diluncurkan sebagai rilisan ‘solo’; non-kolaborasi dari Monstore setelah berbulan-bulan lebih fokus bekerja sama...

Keep Reading