3 Film Pehagengsi akan Hadir di Goplay Indie

Pehagengis, ada yang menarik dari kolektif satu ini. Hadi dari kota Yogyakarta, dan menyebut diri mereka sebagai supergrup dengan kemampuan terbatas, mereka memiliki keyakinan dengan produksi pengetahuan adalah sebuah kunci utama untuk berkehidupan. Melihat kondisi yang sedang melanda seluruh dunia, terkhusus Indonesia. Beberapa waktu lalu mereka menginisiasi sebuah sesi ngobrol dengan beberapa pelaku periklanan nasional, yang akan membahas bagaimana praktek mereka dalam berkarya dan berkehidupan, dengan visual-audio sebagai salah satu disiplinnya, dan alter native adalah semangatnya. Lalu,  Sesi tersebut diberi nama ORDERDISORDER dan di dalam programnya, mereka  memiliki beberapa seri diantaranya; Agensi, Production House, dan Klien.

“Kami adalah supergrup dengan kemampuan terbatas. Meyakini bahwa Produksi Pengetahuan adalah kunci utama, Visual-Audio salah satu disiplinnya, dan Alter Native adalah semangatnya. Program Sharing is Caring bertajuk ORDERDISORDER ini akan ada beberapa seri diantaranya; Agensi, Production House, & Klien.” Terang mereka.

Nah, setelah membuat dan melepas banyak program di beberapa bulan kemarin, kali ini mereka kembali lagi dengan kabar yang sangat menyenangkan. Bukan program lagi, melainkan 3 buah film pendek. Seperti yang kita ketahui bersama, di masa sekarang banyak sekali bertebaran beragam layanan Video on Demand (VOD). Contohnya seperti Netflix, Iflix, Vidio, Klikfilm, Maxtreem, dan layanan film dalam jaringan lainnya yang bisa menjadi alternatif ruang menonton saat ini. Apalagi di tengah kondisi pandemi covid 19 yang datang menghentikan seluruh kegiatan perekonomian termasuk industri film di dalamnya. 

Untuk mendukung para sineas muda yang ada di Indonesia, Fourcolours Films bekerja sama dengan Goplay meluncurkan Goplay Indie. Dan dalam kesempatan itu, Pehagengsi mendapatkan kesempatan untuk ikut menjadi bagian perkembangan industri masa kini melalui salah satu layanan streaming OTT GOPLAY Indie dengan 3 karya film pendeknya. Film itu antara lain:

ANI DAN WAKTU YANG MUNDUR / Sutradara: Arief Khoirul Alim / 11 menit / Animasi / 2019

Filem yang berkisah tentang seorang remaja bernama Ani, terbangun dari tidurnya di sebuah taman kota, dan mendapati semua yang ada di depan matanya berjalan serba mundur. Hingga muncul pertanyaan pada dirinya “apakah ini sebuah mimpi?”. Ani memberanikan diri mencari jawabnya dengan menelusuri kota hingga masuk hutan yang ada di pinggir kota.

ROCKSTAR WINGIT / Sutradara: Kikiretake / 14 menit / Horor Musikal / 2019

Hal aneh menimpa Dastin setiap pukul 18:00 WIB di tumpukan kaset miliknya. Seperti ada yang kurang? Sampai suatu hari, perjalanan aneh menuntunnya ke suatu hal besar dalam dirinya.

RUMAH BITHA / Sutradara: Hindra / 12 menit / Drama / 2020

Sebuah keluarga kecil yang diangankan bahagia dan harmonis oleh Atha dengan membangun kembali hubungan bersama Obit yang berprofesi sebagai musisi, ayah bagi anak perempuannya: Bethany Swaracinta/Bitha yang berusia delapan tahun. Suatu hari, ibunya Atha tak disangka berkunjung ke rumah dan menyentuh hal yang tidak sederhana yang selama ini disimpan rapi oleh Atha.

“Kalian bisa mendukung kami dengan menontonnya secara gratis. Bila ada waktu senggang kalian bisa mention kami di @pehagengsi dan berikan momentar melalui akun social media kalian. Kami akan sangat bersemangat dan berterima kasih sekali. Ada juga pilihan memberikan tip pada setiap tontonan untuk yang sedang murah rezeki.” Terang tim Pehagengsi.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Pehagengsi

Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus...

Keep Reading

The Jansen Persembahkan Album Ketiga

Usai melepas nomor “Mereguk Anti Depresan Lagi” yang cukup mencuri perhatian, The Jansen, trio punk rock dari kota hujan Bogor akhirnya meluncurkan album ketiganya bertajuk “Banal Semakin Binal” (29/7) dalam...

Keep Reading

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading