Bagi para penikmat video musik era MTV Indonesia masih berjaya, pasti tidak asing dengan nama “The Jadugar”. Yap, mereka adalah duo sutradara yang banyak memproduksi berbagai video musik dari band-band di era itu. Nama-nama seperti Peterpan, Naif, The Brandals hingga Boys are Toys pernah dibuatkan video musik-nya oleh mereka. The Jadugar adalah Anggun Priambodo dan Henry “Betmen” Irawan (Goodnight Electric).

Bisa dibilang, pendekatan mereka dalam menggarap suatu video musik sangat berbeda dengan yang ada kebanyakan. Jika biasanya kita melihat video musik yang hanya diisi oleh para personil dari band dan model, mereka memilih hal yang berbeda untuk itu. Video bagi mereka adalah suatu medium untuk berkarya selayaknya suatu kanvas yang bisa mereka corat-coret, sangat bebas untuk mengekspresikan berbagai ide kreatif ke dalamnya.

Masa-masa tidak produktif pun pernah mereka rasakan, hingga keduanya memutuskan untuk bubar jalan dan berkiprah masing-masing. Henry Foundation aktif dengan band dan serangkaian kegiatannya, Anggun Priambodo dengan kegiatannya mengerjakan video musik dan juga menjadi sutradara dari banyak film.

Kini, mereka kembali, namun dengan medium yang berbeda. The Jadugar kembali dengan buku arsip videografi yang berjudul “The Jadugar: 15 Tahun Mengobrak-Abrik Video Musik Indonesia”. Isinya banyak menceritakan dan memperlihatkan bagaimana proses mereka berkarya dari perspektif masing-masing. Selain mereka berdua, juga ada berbagai sosok yang pernah bersama mereka. Mulai dari produser hingga para musisi yang pernah bekerja sama dengan mereka. 

“Dari kebiasaan membeli buku dan membaca, lalu berpikir betapa pentingnya sebuah kerja pendokumentasian. Maka cita-cita untuk membukukan dokumentasi dari apa yang pernah dikerjakan bersama The Jadugar adalah yang selanjutnya kami bayangkan untuk direalisasikan setelah lima belas tahun semua itu menumpuk.” Jelas Anggun Priambodo melalui kata pengantar yang terdapat di buku tersebut.

Dikumpulkan sejak tahun 2016, buku ini akhirnya rilis di awal tahun 2020 melalui penerbit Gramedia. Disusun oleh The Jadugar bersama tim pengolah arisp The Youngrr, penulis M. Hilmi dari Whiteboardjournal.com dan pengolah grafis Mata Studio, buku ini juga berisi tulisan dari Arian Arifin (Seringai), testimoni dari Cholil Mahmud (Efek Rumah Kaca) hingga Xandega Tahajuansya (Polka Wars, Studiorama).

Segera lakukan pre-order agar tak kehabisan.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip The Jadugar