Pada 2-4 November 2018 ini, Siasat Partikelir mempersembahkan The Other Festival. Festival lintas genre ini berlangsung di Hotel Monopoli, Kemang. Sepanjang tiga hari, ada puluhan talenta yang akan unjuk gigi di sejumlah ruangan. Mulai dari pertunjukkan musik, talkshow, instalasi seni hingga workshop, ada di sini. Festival ini bekerja sama dengan British Council, Double Deeer dan berbagai gerakan kolektif lainnya.

Sebagai salah satu rekomendasi, kami merangkum sepuluh band/ musisi yang layak untuk disimak di Festival ini. Indikatornya seperti biasa, selera menjadi yang utama. (*)

 

01. Teenage Death Star

Melewatkan Festival ini tanpa menyaksikan sesepuh ini bermain, bakalan kualat lho. Ditambah lagi, quota manggung mereka dalam setahun hanya dua kali. Sekarang sudah mencapai target. Kemungkinan besar The Other festival adalah panggung terakhir mereka di tahun 2018 ini.

02. Pijar

Trio perantauan asal Medan ini, sudah membuktikan bahwa mereka sudah semakin matang. Proses yang dilaluinya tak main-main, meninggalkan kampung halaman untuk musik yang diyakininya. Dalam setiap penampilannya, Pijar sukses menghipnotis penonton dengan musik yang dimainkan. Lagu-lagu seperti Kasih Bersemi, Akhir Pekan dan (pastimya) Lunar Biru menjadi jagoan mereka.

03. Feast

Jika harus memilih wajah anak muda milenial yang memiliki kegelisahan terhadap problematika sosial, rasanya kepada mereka pilihan bisa dijatuhkan. Mereka menjadi pembuktian bahwa kegelisahan bisa didaur ulang menjadi musik yang bagus. Hal ini ditandai dengan semakin bertambahnya pendengar dan fans mereka dari hari ke hari.

04. The Trees & The Wild

Setelah mengeluarkan album Zaman, Zaman pada 2016, mereka seolah perlahan menarik diri dari publik. Intensitas panggung mereka tak banyak. Tapi itulah yang membuat mereka selalu menarik untuk ditunggu. Ini bukan band sembarangan. Mereka bertahan selama tiga belas tahun dan terus berjalan ke depan.

05. Iksan Skuter

Solois asal Malang ini meyakini bahwa konsisten pada pilihan akan mendapatkan hasil di kemudian hari. Jatuh bangun perjuangannya dalam bermusik, kini pelan-pelan sudah bisa ia nikmati. Panggungnya semakin hari semakin banyak, namanya terdengar luas. Sebagai musisi, ia termasuk rajin mengeluarkan album. Bapak, Partai Anjing, Bingung, Nyanyian Pagi, Rindu Sahabat menjadi andalan si mas topi bintang merah ini di setiap panggungnya.

06. Rayssa Dynata

Di awal tahun ini, ia baru saja merilis album mini berjudul Prolog. Sebagai pendatang baru, ia bukan hanya dikenal di skena indie saja, pelan-pelan masyarakat pun mulai mengenal namanya. Ia berhasil meraih nominasi salah satu penghargaan musik. Tapi itu tidak terlalu penting, yang terpenting adalah ia akan selalu menelurkan karya yang selalu akan dinikmati.

07. Fisikamatematika

Duo dance elektronik ini tak kalah memukaunya. Setiap sentuhan mereka di atas panggung, langsung bisa dinikmati para pendengar dan pencinta musik elektronik. Musik mereka didominasi synthesizer. Kalau kamu penyuka elektronik musik, Fisikamatematika adalah nama yang wajib yang perlu didengar (dan ditonton). Duo kakak-beradik ini, tidak bisa dilewatkan.

08. Lapalux

Musisi asal Inggris yang mencampurkan elektronik musik dengan Hip-Hop dan R&B ini sedang melakukan tur Asia. Indonesia dapat bagian, Lapalux akan tampil di The Other Festival. Satu hari sebelumnya, ia akan tampil di Taiwan pada tanggal 1 November. Setelah dari The Other Festival ia akan terbang kembali membawa musiknya ke Singapore dan Korea Selatan.

09. Jason Ranti

Solois ini semakin hari, semakin fenomenal. Pengikutnya bertambah setiap waktu. Akibat Pergaulan Blues, debut albumnya, membawa Jeje, panggilan akrabnya, ke berbagai kota di Indonesia untuk mendakwahkan musiknya. Selain sibuk memainkan musiknya, kini bersama Iksan Skuter dan Sisir Tanah sedang menyiapkan project bersama. Project yang dinamai Proyek Bahaya Laten ini konon akan bisa bisa dinikmati publik pada awal tahun depan.

10. Holaspica

Perempuan asal Lampung ini baru saja mengenalkan debut mini albumnya, Naik ke Laut, dengan berkeliling Sumatera. Musiknya sederhana, ia cukup membawa gitar ke atas panggung, tapi siapapun yang mendengar musiknya akan dibawa hanyut. The Dying Sky, Naik Ke Laut dan Waktunya Pulang semakin menegaskan bahwa ia adalah salah satu solois perempuan yang akan siap bersinar. Kita tak perlu takut skena musik Indonesia akan kekurangan solois perempuan. Holaspica salah satu wajah masa depan musik Indonesia.

Informasi lengkap tentang The Other Festival 2018 bisa dicek di www.instagram.com/theotherfestival_. 

Teks: Rio Jo Werry