Satu lagi hal menarik datang dari Medan, ibukota Sumatera Utara. Namanya Eleanor Whisper.

Band ini beranggotakan Ferri (vocal/gitar), Andika (gitar), Furqan (bass) dan Arep (drum). Dari sejak berdiri sampai sekarang, ada banyak perjuangan yang mereka lalui hingga mengalami beberapa kali pergantian personil.

Menurut mereka, nama Eleanor Whisper menurut mereka hanya karena dua kata itu sangat keren. Tidak ada penjelasan yang lebih panjang. Beberapa waktu yang lalu Eleanor Whisper baru saja merilis album berjudul What’s Past Is Prologue.

Tanpa basa basi, mereka melanjutkan cerita dengan menjalankan sebuah tur promosi keliling Jawa dan Bali pada September 2018 silam. Lewat tur ini, mereka ingin lebih bisa dikenal luas dan menunjukkan “Ini kami dari Medan dan tak kalah dari kalian, kami bisa.” Tur dimulai dari Bali dan berakhir di Jakarta.

“Album ini bercerita tentang kehidupan seorang laki laki yang hancur karena seorang wanita. Di sini kami tidak membuat suatu album yang bertemakan sepenuhnya tentang cinta tapi lebih tepatnya suatu kebodohan. Album ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Eve yang membuat hidup seorang laki-laki hancur hidupnya. Dalam arti kata hancur ini seperti ketidakteraturan dalam hidup dan tidak mempunyai tujuan hanya karena kelakuan Eve kepadanya,” jelas Ferri.

Layaknya beberapa talenta menarik asal Medan, ekosistem musik di kota itu seolah tidak berhenti memberi tantangan. Sepinya peluang untuk tampil dan minimnya apresiasi dari kawan-kawan lokal membuat mereka tangguh untuk bisa bertahan. Tur keluar kota adalah salah satu upaya yang bisa dilakukan.

“(Buat kami), musik adalah hadiah atau pemberian terbaik yang diberikan oleh semesta,” tutur Ferri lagi. Cek Eleanor Whisper segera.

teks: Adjust Purwatama
foto/dok: Eleanor Whisper