Closure adalah band post punk asal Malang, beranggotakan Ikhsan (drum), Sabiella dan Afif (gitar), Axel (bass) serta Dheka (vokal). Mereka merupakan salah satu amunisi baru scene musik Malang yang seolah tidak pernah kehabisan talenta.

Kendati baru terbentuk tahun 2016, Closure lumayan aktif merilis karya-karya mereka. Bersama O Pamela Recordings, sebuah label asal Jakarta, mereka merilis debut EP Journey serta sebuah split single bersama Strangeways dalam waktu yang tidak jauh jaraknya satu sama lain.

Perilisan karya tersebut diikuti dengan perjalanan untuk mempromosikannya dalam ruang lingkup yang belum besar. Mereka berani keluar dari Malang untuk menjalankan tur mandiri dan membuka jaringan baru di kota lain.

“Kami senang sih bisa bertandang ke Jakarta untuk memperkenalkan musik kami. Kebetulan pihak label kami juga bersedia mendukung saat itu, jadi kenapa tidak? Banyak yang kami dapat, teman dan kenalan baru khususnya. Suatu kehormatan bisa bermain bersama band-band hebat macam Sugarsting, Sharespring dan Secret Meadow,” jelas mereka.

 

Keberadaan sejumlah teman baru di berbagai macam kolektif yang beririsan (baik di Malang dan kemudian di kota lain) dengan mereka terbukti membantu cerita Closure berkembang. Selayaknya jaringan yang selalu saling memberi guna, mereka merasakan betul bagaimana untaian pertemanan yang tersebar begitu bermanfaat.

“Kami banyak dibantu oleh kawan-kawan kolektif disini. Selain itu mereka juga sangat informatif, seperti penyebaran berita dan media, memberi info terkini soal musik, sampai membuat gigs untuk band-band Malang itu sendiri agar bisa tampil. Memang di Malang itu rata-rata untuk musik sidestream masih banyak yang dijalankan oleh beberapa unit kolektif sih,” terang mereka lagi.

Selain itu, irisan jaringan ini, membantu mereka untuk mendapat kesempatan main. Jenis musik Post-Punk bukanlah barang yang banyak di kota mereka, “Setau kami, post-punk di Malang masih jarang sih. Dulu sekitar tahun 2009 sampai 2011 kalau engga salah, lumayan ramai. Tapi kemudian hilang begitu saja. Untuk angkatan kami sendiri, sepertinya hanya ada Closure dan Ultraviolence, merekapun lebih condong ke coldwave.”

Soal kiblat bermusik, Closure mengaku lebih banyak terinspirasi dari band-band asal Eropa. Beberapa nama yang banyak memberi ide dalam proses kreatif Closure adalah Human Tetris (Rusia), Motorama (Rusia) dan Soviet Soviet (Italia).

Saat ini Closure bersama 9 band sedang berada di babak paling menentukan dari program Siasat Trafficking – Europe Calling, yaitu 10 besar. Sang pemenang mendapatkan kesempatan untuk tur di beberapa negara di Eropa.

“Kalau bicara tentang reward berupa tur ke Eropa dari program Siasat Trafficking – Europe Calling, ya itu memang impian kami. Kami ingin merasakan bagaimana menjalankan tur ke tempat yang banyak memberi inspirasi untuk musik kami, karena memang sebagaian besar idola kami ada di Eropa.”

Ada harapan digantungkan, karena ini punya guna. “Yang paling penting, menurut kami program seperti ini bisa menjaga semangat para musisi untuk terus berkarya dan menghasilkan karya-karya yang menarik.” tutup mereka. (*)


teks: Yulio Abdul Syafik
editor: Felix Dass

foto: Dok. Closure