Jugo Djarot, yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris band asal Jakarta, Circarama, merilis single solo keduanya berjudul Busana. Single ini, mengikuti single pertama Dinner for Two yang telah duluan diperkenalkan beberapa waktu yang lalu.

Busana menceritakan kisah tentang cinta seorang penguntit. Jugo Djarot menggambarkan karakter itu layaknya busana yang selalu meliputi, terlupakan dan akan ditanggalkan ketika tidak lagi dibutuhkan. Lagu tersebut merupakan kali pertama Jugo Djarot menggunakan bahasa Indonesia dalam liriknya. Meskipun begitu, ia mengatakan bahwa karyanya selalu dirumuskan secara matang dan bukanlah sekedar karya percobaan asal-asalan.

Ia mengaku banyak terinspirasi dari musik era 60-an hingga 80-an, seperti musisi-musisi seperti The Beatles, David Bowie, Electric Light Orchestra serta The Beach Boys. Inspirasi tersebut menjadi acuan utamanya ketika berkarya di grup musik Circarama. Kali ini, ia mencoba untuk keluar dari kebiasaan dan memperluas referensi musiknya.

Semoga saja setelah dua single ini, rilisan penuhnya segera bisa dinikmati sama-sama. (*)

 

Teks: Rizki Firmansyah
Foto: Arsip Jugo Djarot