Unknown Mortal Orchestra, band asal New Zealand yang sedang menjalani tur dunia mempromosikan album baru mereka, Sex & Food, mampir di Jakarta pada 26 September 2018. Kolektif Noisewhore menjadi tuan rumah pertunjukan yang digelar di Empirica, SCBD, Jakarta Selatan.

Beberapa ratus orang memadati venue yang ada di jantung kota. Malam itu, Heals membuka pertunjukan. Kebanyakan penonton sudah memadati gedung sejak slot band pembuka bergulir, tanda bagus bahwa ada ruang apresiasi yang besar ditujukan pada band asal Bandung itu.

Unknown Mortal Orchestra naik panggung kemudian. Mereka memainkan banyak lagu favorit penonton yang disambut dengan koor massal di banyak bagian pertunjukan. Dengan tiga buah album penuh dan sebuah EP, memilih lagu-lagu favorit penonton untuk dimainkan rasanya bukan persoalan sulit.

Malam berlangsung dengan sangat menyenangkan. Kehangatan, sesuatu yang khas dari banyak gelaran pertunjukan Noisewhore, tersaji lagi dengan baik. Semuanya nyaris sempurna. Jika ada yang perlu dicatat, mungkin lain kali mereka perlu mempekerjakan teknisi tata cahaya yang lebih peka terhadap kebutuhan pertunjukan.

Nyaris di seluruh bagian Unknown Mortal Orchestra main, penonton tidak bisa melihat dengan jelas masing-masing personil band yang sedang beraksi. Padahal, persoalan itu tidak terjadi pada saat Heals main. Akibatnya, orang yang berdiri di posisi belakang, hanya bisa melihat permainan lampu yang keliwat mewah dan tidak diperlukan.

Secara umum, semua senang, baik band maupun penonton sama-sama puas. Bulan depan, Noisewhore akan menggelar pertunjukan Snail Mail di Rossi Musik, Jakarta pada 13 Oktober 2018. Pertunjukan itu bisa jadi yang terakhir untuk sementara waktu.

Ini foto-foto yang direkam kontributor foto kami, longwaytonowhere, malam tadi. (*)

Teks: Felix Dass
Foto: longwaytonowhere