Kelompok post-rock kebanggaan kota Jambi yang sudah terbentuk sejak tahun 2014. Semiotika pun sudah melahirkan anak pertama mereka, sebuah album penuh berjudul Ruang rilisan tahun 2015 kemarin. Semua produksinya dilakukan didalam kota mereka sendiri, sebuah bentuk kebanggaan Semiotika atas kota tercintanya Jambi.

Pihak-pihak seperti Raw Studios dan Bill & Toil Recordings adalah dua suksesor yang banyak membantu Semiotika dalam proses penggarapan sampai dilepasnya album Ruang.

Diakui oleh gitaris Billy Maulana, bassist Riri Perdiansyah dan drummer Yudhistira, bahwa album Ruang adalah wujud ide dan inspirasi yang selalu hadir dalam setiap nyawa para personilnya. Menurut Semiotika, inspirasi adalah hal yang sangat penting dalam aspek kehidupan, layaknya manusia hidup yang memerlukan nafas, begitu pula sifat inspirasi apabila dilihat melalui kacamata Semiotika.

Semiotika juga merupakan tipikal band yang tidak mau mengendurkan nafas dalam berkarya, termasuk juga didalamnya proses menyebarkan karya itu sendiri. Usai menjalani tur di berbagai kota di pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang hingga Surabaya, kemudian menjadi opening act untuk post-rock-monster Under The Big Bright Yellow Sun dalam rangkaian tur Sumatera mereka beberapa waktu lalu, kini Semiotika yang diwakili oleh Riri bersiap bertolak ke Texas, Amerika Serikat.

Riri selaku perwakilan band menyabet gelar bergengsi di ajang Go Ahead Challenge 2017 kemarin pada kategori Musik. Dirinya mengaku bangga bisa keluar sebagai pemenang, mewakili kota Jambi dan grup post-rock Semiotika di kompetisi berskala nasional tersebut, secara total ada lebih dari 15.000 submission yang masuk ke kanal Goahead Challenge dari ranah musik, visual art, fashion dan fotografi.

Jelang keberangkatan yang tidak lama lagi ke Negeri Paman Sam, Riri dan Semiotika tentu saja tengah menyiapkan sesuatu yang spesial. Apa-apa saja yang akan dibawa oleh Semiotika ke Amerika Serikat ? Bagaimana mereka mempersiapkan diri sebelum bertolak ke negara paling maju di dunia tersebut ? (bersambung)…

teks: Yulio Abdul Syafik
foto: Dok. Semiotika