Jika mendengar nama Selasar Sunaryo, anggapan orang langsung tertuju pada satu frase yaitu “seni yang adiluhung”. Padahal, selain galeri seni yang kesohor, di sana bisa ditemukan kafe, perpustakaan dan sebuah tempat pertunjukan. Fungsi terakhir yang disebutkan tidak sering digunakan. Omuniuum, salah satu retail musik paling besar berbasis komunitas di Indonesia, melihat peluang ini. Ada potensi membuat sebuah pertunjukan musik yang sederhana tapi intim. Terciptalah Selasar Musik, sebuah proyek kolaborasi antara Selasar Sunaryo dan Omuniuum. Ini bukan yang pertama, tapi merupakan sebuah proyek berlanjutan yang telah berjalan beberapa kali.

Pada Sabtu, 21 Juli 2018 yang lalu Selasar Musik Vol. 1, menampilkan Sigmun dan Syarikat Idola Remaja. Yang satu mengusung psychedelic rock dan yang satu lagi folk. Pertunjukan itu memperlihatkan banyak kemungkinan yang bisa terjadi di dunia ini. Siapa yang menyangka jika Sigmun tampil dalam format akustik? Hal ini jarang terjadi dalam kamus penampilan mereka. Lalu Syarikat Idola Remaja (SIR), masing-masing orang yang ada di dalamnya punya band utama. Format keroyokan yang ditampilkan, membuat sebuah pengalaman seru menikmati musik yang mereka sajikan. Acara dimulai pukul 19.15, yang main pertama SIR.

Di dalam setnya, SIR banyak bercerita lalu memainkan musik ala radio, Mereka mampu membuat orang-orang yang hadir tertawa, berjoget (walau sedang dalam posisi duduk) dan bernyanyi bersama. Musik mereka sungguh menyenangkan, ceria dan hangat.

Lalu Sigmun tampil. Walau tampil dalam format akustik mereka tetap terbukti sangat handal. Memainkan lagu-lagu seperti Vulture, Ozymandias serta satu single yang paling fresh Behelith. Energi yang disalurkan Sigmun masihlah sama, namun kali ini dengan format yang berbeda.

Selasar Musik Volume 1, menyenangkan!

 

teks: Adjust Purwatama
foto/dok: Mufti Widi