Nama Wake Up Iris! menjadi salah satu yang paling menjanjikan di kancah musik folk Indonesia. Konsistensi dalam bermusik dimulai tiga tahun oleh duo Bie Paksi dan Vania Marisca, yang kemudian membawa mereka tampil di berbagai festival besar di Indonesia, memperkenalkan musik Wake Up Iris! ke jagad yang lebih luas. Hingga akhirnya, sebuah medium pengenalan yang lebih utuh berbentuk album resmi diluncurkan oleh Wake Up Iris! pada 24 Januari 2018. Bertajuk Aureole yang didalamnya memuat tujuh tembang.

Nomor awal, “Gokotta” yang merupakan track prelude diawali dengan petikan gitar nilon dan biola penuh emosi. Wake Up Iris! mencoba menghantarkan semangat yang menggebu di lagu ini, sangat cocok menjadi moodboster pendengar di pagi hari. Lanjut di lagu kedua, yaitu “Nefelibata” yang terdengar sebagai kesatuan dari track sebelumnya namun di nomor yang terpisah. Disini vokal tegas Vania mulai terdengar.

Wake Up Iris! memainkan nada-nada sentimental di “Iridescence”, nomor ini disajikan hangat dengan lirik kaya penuh harapan. Kemudian ada “Rain’s Tale” yang membawa pendengar seakan berada di ketinggian, menikmati alam di sela hujan rintik, lengkap dengan lukisan pelangi di hadapannya.

Gitar dan biola adalah dua elemen yang cocok untuk disandingkan bernarengan. Rumus itu tentu diketahui oleh Bie dan Vania, mereka rangkai nada hingga menjadi sebuah entitas utuh bernama “Metanoia”. Sedangkan dua yang terakhir adalah “Fernweh” dan “Resfeber”. Keduanya menggambarkan suasana haru yang megah, sesuatu yang bersemangat mencoba membangunkan pendengarnya.

Album Aureole sarat akan pesan, memberi semangat dan harapan. Karakter musik yang natural, apa adanya seakan menegaskan musikalitas kedua personilnya untuk menciptakan karakter Wake Up Iris! dengan lebih tajam dan nyata lagi.

teks: Andika Pramulia
foto: dok. Wake Up Iris