Jika senang dengan band Mustache And Beard pasti pernah melihat video musik mereka yang berjudul Senyum Membawa Pesan dan video lirik berjudul Batas Mimpi, dua karya tersebut merupakan karya dari sebuah rumah produksi bernama Rasamala Film. Adalah Irvan Aulia dan Faisal Latief orang yang berada dibalik nama ini. Keduanya bukan lulusan dari sekolah film namun karya mereka patut diacungi jempol.

Rasamala Film berawal dari Irvan saat menonton film GIE (Riri Riza, 2004). Keinginan untuk terjun ke dunia film tumbuh. Menurutnya film punya pengaruh yang cukup kuat untuk khalayak ramai. Tertarik untuk bekerja sebagai orang dibelakang layar bukan berarti tidak bisa vokal, melalui karya yang dihasilkan seseorang dibalik layar pun bisa sangat efektif untuk menyuarakan apa yang diinginkannya.

Sejauh ini karya yang dihasilkan cukup banyak. Mulai dari film pendek, video musik sampai film dokumenter perjalanan tur pernah mereka garap. Kebanyakan karya yang mereka hasilkan adalah bentuk kolaborasi mereka dengan pihak lain, unsur ini merupakan hal yang ingin mereka bentuk.

Film pendek yang pernah mereka hasilkan adalah Montage Of Edelweiss, sebuah film pendek yang bercerita tentang pendakian menuju padang edelweiss oleh sepasang kekasih yang mencari suatu hal yang baru di kehidupan mereka.

“Selain motivasinya adalah simbiosis mutualisme, biaya produksi juga bisa lebih murah. Hehe. Oh ya, dengan berkolaborasi juga kita bisa berdiskusi dan bertransaksi ide yang lebih banyak dan luas. Tidak menutup kemungkinan karya bisa menjadi lebih berkembang dari kemungkinan yang ada sebelumnya,” jelas Irvan.

Mungkin yang menjadi pembeda mereka dengan banyak rumah produksi yang lain adalah keinginan tidak ingin hanya dianggap sebagai “tukang” saja. Rasamala Film ingin lebih terlihat sebagai seniman yang aktif membuat karya. Selain itu juga mereka sering membuat dan ikut terlibat dalam workshop ataupun seminar-seminar.

Saat ini mereka sedang sibuk menyelesaikan proyek film dokumenter Siasat Calling On The Road. Sebuah dokumentasi tur 17 kota persembahan dari Siasat Partikelir yang melibatkan Navicula, Wake Up, Iris! Dan Semiotika.

“Tur kemarin benar-benar seru dan melelahkan tentunya. Tapi banyak hal baru kita temuin, yang paling mengesankan adalah ini merupakan proyek lintas daerah di mana kita dari Bandung. Navicula dari Bali, Wake Up, Iris! dari Malang dan Semiotika dari Jambi. Kebayang dong serunya selama perjalanan dan kita sama-sama datang ke kota yang sebelumnya belum pernah kita datangi,” jelas Ical terntang perjalanan spartan yang mereka lalui beberapa waktu yang lalu.

Untuk memulai sebuah usaha dibidang ini menurut mereka harus tetap memiliki modal dan memikirkan cara marketingnya. Setelah modal mencukupi lanjut ke level marketingnya. Karya sebagus dan sebaik apapun akan percuma jika tidak dibarengi dengan suatu publisitas yang baik dan bagus.

“Menurut gue sebagus apapun karya, gagasan ato pemikiran kita, bakal percuma kalo gak dibarengi dengan publisitas yang baik juga. Dan tentu juga berlaku dengan sebaliknya,” tutup Irvan. (*)

 

teks: Adjust Purwatama
foto/dok: Rasamala Film