Pijar merantau dari Medan ke Jakarta. Mencoba mengadu peruntungan di ranah musik independen. Lumayan terdengar gila memang, tapi yang seperti ini justru yang menarik.

Tentu saja mereka punya nyali besar untuk berani mengambil keputusan seperti ini. Cerita pindah ke Jakarta untuk menjadi musisi, pasti terdengar sangat klasik juga naif; ada romantisme di dalamnya. Semua tentang mengejar mimpi yang harus diwujudkan, apapun yang terjadi nanti, dicoba saja dulu.

Dari Medan, mereka membawa banyak materi bagus sebagai modal utama. Jakjek Alfredo (vokal, gitar), Ican (gitar) dan Aul (drum) secara perlahan mulai rajin terlihat di beberapa panggung bergengsi semenjak berani hijrah ke ibukota beberapa tahun yang lalu.

(Pijar – Aul, Jakjek, Ican) [ki-ka]

Kini yang paling baru, Pijar tengah menyiapkan sebuah mini album dengan single yang sudah diperdengarkan kepada khalayak luas, Lunar Biru. Lagu ini adalah kisah romantisme muda-mudi, tema yang kerap diangkat oleh Pijar dalam musik yang mereka mainkan.

“Sebenarnya kita merilis EP baru ini awalnya spontan aja gitu. Sekitar bulan April waktu latihan kepikiran untuk bikin EP sama anak-anak. Ternyata diam-diam mulai menyiapkan materi dan langsung masuk rekaman,” terang Ican gitaris Pijar.

Mereka memang lihai soal menulis lagu romantis. Sejak dibentuk pada tahun 2013, daftar diskografi Pijar lumayan panjang. Ada beberapa mini album seperti Sound Of Youth (2014), Selatan (2015), Ekstase (2017) dan satu album penuh, Exposure (2016).

“Proses kreatif di Pijar memang semenyenangkan itu dan responsif sekali. Kita senang sekali menjadikan nyata apa yang kita pikirkan. Nantinya, EP ini akan dirilis satu-persatu setiap lagunya. Dan setiap lagunya bakal cerita tentang kisah Gandhi dan Luna, tokoh yang kita buat,” tambahnya lagi.

(Pijar)

Ican yang mewakili Pijar menuturkan bahwa EP ini merupakan kelanjutan dari EP yang sebelumnya, Ekstase. Dalam rilisan ini mereka ingin lebih mengambil sisi romantisme dari rilisan Ekstase. Di dalamnya nanti memuat total 3 lagu, termasuk Lunar Biru, yang akan dikemas kedalam trilogi kisah cinta karangan mereka tentang duo sejoli bernama Gandhi dan Luna.

Sambil menunggu dan menerka akan seperti apa dua lagu selanjutnya, kini nikmati saja dulu yang masih hangat dari Pijar dibawah sini, Lunar Biru.

teks: Yulio Abdul Syafik
foto: dokumentasi Pijar