Program Siasat Trafficking tahun ini berbuah hasil, beberapa band akan berkeliling dalam perjalanan The All Time Tour. Untuk leg Sumatera terpillih Phyla asal Bandar Lampung yang akan menjalani tur darat mengunjungi  6 kota selama 23 hari lamanya. Phyla sendiri masuk radar kami saat gelaran Stand A Chance berlangsung. Dari beberapa orang yang ditemui di Lampung, nama mereka cukup dikenal di skena, beredar dari satu mulut ke mulut lainnya.

Band ini terbentuk tahun 2016. Untuk karya, mereka sudah mengantongi 1 mini album untuk disebarkan ke orang banyak.  Di  album ini, secara umum mereka merayakan kisah-kisah hubungan antar manusia. Seperti musisi kebanyakan, mereka mencoba berbagai kemungkinan untuk bisa menyebarkan karyanya. Salah satunya dengan mengikuti program Siasat Trafficking. Hasilnya, mereka terpilih untuk turut serta dalam rangkaian tur ini.

“Pertama kali dihubungi tentu kaget mas, ga nyangka bisa dihubungi sama Siasat, campur aduk lah rasanya. Karena Ini termasuk mimpi dari Phyla, pengen diajakin tur sama Siasat. Alhamdulillah Rejeki Phyla ini mas, susah banget diungkapin”. Tutur Verdy

Perjalanan tur ini bisa dibilang baru bagi mereka, sebelumnya hal seperti ini belum pernah mereka jalani. Tur ini bagi mereka sangat berkesan, selain bisa tampil dan jalan-jalan, bisa dibilang tur juga sangat sakral. Akan ada banyak ilmu, pengalaman dan rezeki disana. Banyak hal yang bisa diambil untuk perkembangan band selanjutnya. Untuk tur ini mereka akan banyak menampilkan yang spesial, salah satunya adalah lagu yang baru saja digubah bersama Ronie Udara (Rubah Di Selatan).

“Kami mengamati program-program seperti Go Ahead Challenge dan Siasat Trafficking ini sejak lama. Setelah banyak mengamati, band-band yang dibawa oleh program kebanyakan adalah band yang mempunyai karakternya sendiri. Program ini membantu band-band indonesia untuk bisa melebarkan sayap, memperkenalkan karya, dan membangun relasi-relasi lebih jauh”. Jelas Verdy lagi

Besar harapan yang dibangun oleh mereka untuk tur ini, bisa berkenalan dengan pendengar baru, berjejaring dengan penggiat kreatif di kota lain dan tentu saja mencari ilmu yang banyak. Jangan sampai terlewatkan penampilan mereka di kotamu, tandai tanggalnya dan jangan lupa untuk membeli tiket.

Teks: Adjust Purwatama
Foto: Arsip Phyla