Bie Paksi dan Vania Marisca merupakan duo folk asal kota Malang yang dibentuk pada tahun 2015 lalu. Mereka hadir dengan set minimalis yang diisi oleh instrumen gitar, biola, kickdrum sampai tamborin. Berani untuk melangkah dan menembus segala macam bentuk ketidakmungkinan, perjalanan musik Wake Up Iris! kian tahun kian menemui titik terang. Dari bermodalkan single andalan macam “Rain’s Tale” dan “Metanoia”, perlahan namun pasti Wake Up Iris! mulai mampu menembus panggung-panggung berkualitas, diantaranya adalah Sunday Market Surabaya, Folk Music Festival Malang, A Camp Soundrenaline Bali sampai Musik Hutan di Makassar.

Wake Up Iris! juga merupakan tipikal band yang tidak ingin membatasi diri dalam berkarya, baik itu saat proses membuatnya hingga pendistribusian dari karya tersebut. Nama mereka semakin mencuat setelah di tahun 2017 kemarin dinobatkan sebagai pemenang ajang Go Ahead Challenge, kala itu Wake Up Iris! diwakili oleh Vania Marisca. Menyisihkan ribuan musisi dan seniman dalam proses kurasi hingga menjadi nomor satu di Go Ahead Challenge ternyata tidak membuat mereka besar kepala. Justru momen ini akan dimanfaatkan oleh Wake Up Iris! untuk terus belajar demi menghasilkan karya yang lebih baik lagi.

Buat saya, menjadi pemenang Go Ahead Challenge ini bisa membuka banyak pintu untuk kami belajar lebih banyak lagi. Senang itu pasti, tapi jangan sampai terlalu berpuas diri. Dan yang terpenting, terus berkarya dan jangan terbatasi oleh apapun, harus berani eksplorasi lagi dan lagi,” ujar Vania saat ditemui di belakang tenda sesaat setelah dirinya resmi menyandang status sebagai pemenang Go Ahead Challenge 2017.

Seperti dikatakan diatas, proses berkarya tiada henti Wake Up Iris! akan memasuki babak baru. Di tanggal 24 Januari mendatang, mereka bersiap untuk melahirkan anak pertama mereka, sebuah album penuh yang akan dinamai dengan Aureole. Sedikit bocoran, isinya masih akan meliputi perasaa mereka tetang semangat, kegelisahan dan harapan. Untuk urusan visualisasi dari 7 lagu yang ada di album ini, Wake Up Iris! menggandeng kerjasama dengan Kongsi Rupa Macan Unggulan dengan tema besar mikrokosmos dan makrokosmos.

Inspirasi pengerjaan album ini banyak didapatkan secara empiris saat travelling, bertemu dengan orang-orang baru dengan kisah kisah baru, serta saat mengasingkan diri di bukit-bukit yang dihampiri. Salah satu lagunya pun terinspirasi perjalanan ke pegunungan di Gowa, Makassar tahun 2017 silam,” Wake Up Iris! kembali menjelaskan.

teks: Yulio Abdul Syafik
foto: Dok. Wake Up Iris!