Ada banyak hal baik yang bisa terjadi akibat seringnya waktu bertemu dan minat pada hal yang sama. Ipan Muthe dan Friend Gultom mengalaminya. Nomads Record, label rekaman yang mereka dirikan, awalnya hanya sekedar proyek iseng merilis sebuah album dalam bentuk fisik.

Ipan punya mengalaman mengelola sejumlah band dan menjadi tuan rumah untuk sejumlah band tur yang mampir ke Medan. Sesuatu yang tadinya hanya bersifat iseng, kemudian berubah menjadi serius.

Seperti kebanyakan label mandiri, pasti ada syarat dan sistem tersendiri dalam merekrut sebuah band. Di Nomads Record sendiri, mereka memilih untuk melihat attitude dari band yang akan mereka naungi terlebih dahulu. Ada kewajiban yang tertera di dalam setiap kerjasamanya untuk menghasilkan sejumlah rilisan dalam satu durasi tertentu. Band diwajibkan untuk terus berkarya.

“Beberapa band sekarang udah main di panggung besar dengan satu single. Sombongnya udah nggak ketolongan. Sekarang kan juga musimnya band proyekan. Begitu keluarin satu atau dua single langsung bubar. Nah kita lebih hati-hati dalam hal ini,” ucap Friend menjelaskan persyaratan yang mereka pegang sebagai sebuah label rekaman.

Setiap kota pasti punya keterbatasan dan tantangannya masing-masing. Di Medan sendiri, belum ada pabrik yang bisa menggandakan cd atau kaset. Hal dasar ini, jadi tantangan. Kendati tidak menjadi penghalang untuk mereka memproduksi sebuah rilisan. Nomads Record juga tidak berhenti menjalankan praktek sebagai sebuah label rekaman. Saat ini, mereka juga aktif menjadi agensi tur untuk band-band yang ingin menjadikan Medan sebagai salah satu perhentian tur ketika melintasi jalur ganas Sumatera.

Selain itu, salah satu yang sedang coba mereka lawan adalah minimnya gairah untuk membeli rilisan fisik. Terutama di kota mereka sendiri, Medan. Dengan terus merilis rekaman dalam bentuk fisik, mereka ingin melestarikan konsep sekaligus mengkampanyekan betapa pentingnya format itu bagi kelanjutan berkarya sebuah band. Mereka berlindung di balik sebuah tujuan besar untuk bergerak menjalankan misi untuk menghasilkan berbagai macam hal sebagai sebuah unit kolektif.

Sisi wacana sudah tergarap dengan baik, di lini aksi nyata, Nomads Record sedang sibuk mempromosikan rilisan terbaru mereka, What’s Past Is Prologue, album dari band indierock Medan bernama Eleanor Whisper. Di bulan September ini, mereka menggelar tur promosi di Jawa-Bali bertajuk Prologue Tour. Ada beberapa rencana mendatang yang sedang digarap sembari terus berdiri sendiri secara mandiri.

Lebih lanjut dengan Nomads Record, bisa langsung kunjungi Instagram mereka di www.instagram.com/nomadsrecord.

teks: Adjust Purwatama
foto/dok: Nomad Records