Jakarta punya mainan baru. Untuk kali pertama, di sebuah kafe kecil di Kemang Timur bernama Sunset Limited, festival merayakan penerbitan lokal digelar pada 21-22 Juli 2018 yang lalu. Namanya Pressent: The Pilot Edition.

Lebih dari dua puluh partisipan ikut ambil bagian. Bentuk publikasinya pun macam-macam; fanzine, majalah lokal, buku terbitan penerbit independen, piringan hitam, kaset, cd hingga kaos.

Di ruang yang kecil, orang datang dan pergi tanpa henti. Semuanya dipersatukan oleh minat yang sama pada publikasi independen yang secara nyata kadang revolusioner dan merdeka.

Nama-nama seperti Binatang Press, Nanaba Records, Kolibri Rekords, Majalah Anjing, Kamboja Press, Gen Druwo Press, Majalah Cobra, Hema Records dan sejumlah nama lainnya meramaikan acara dua hari ini.

Ini awalan, tidak menutup kemungkinan sesuatu yang lebih besar menanti di masa depan. Yang jelas, ada harapan yang kuat tentang perkembangan dunia publikasi yang lebih bebas dan liar.

Ada banyak orang yang kantongnya dijebol di dua hari itu. Tapi toh, uang selalu bisa dicari kembali. Di masa yang akan datang, silakan pantau @pressentation di Instagram untuk kabar selanjutnya. Semoga mereka lebih sering menyelenggarakan perayaan model begini. (*)

Tulisan dan foto: Felix Dass