Kemal Putra dari media Revius mengungkapkan kritiknya terhadap film Pengabdi Setan orisinil (1980).

Lalu ada yang tidak sepakat dengan opini ini datang dengan pembelaan, “Yah namanya juga film jadul. Masih cemen kala itu.” Maka, cobalah tonton film-film horor seperti Nosferatu karya J.W. Murnau, Onibaba karya Kaneto Shindo, atau Possession karya Andrzej Zulawski. Serentetan karya horor klasik dengan kekuatan cerita dan nuansa yang tak tergerus zaman. Maksud dari perbandingan ini sebenarnya ingin terlepas dari perbedaan status yang disandang. Bahwa kekuatan sebuah film kerap tak punya urusan dengan zaman.

Tapi sesungguhnya yang paling kontras dalam film garapan Sisworo Gautama Putra ini adalah keinginan menampilkan kekuatan Islam. Ini juga merupakan tipikal film horor era 70? hingga akir 90’an. Secara subtil, ini juga merupakan pernyataan bahwa ketika ia sudah menjadi mayoritas, maka ia superior. Tren seperti itu terjadi ketika Soeharto masih berkuasa dan lama.