Kota Bandung tidak pernah berhenti menghasilkan musisi yang punya ciri khas. Salah satunya project solo terbaru milik Alfi Fisrifan atau yang dikenal dengan nama EAZZ. Nama EAZZ sendiri merupakan plesetan dari kata east dalam Bahasa Inggris karena proses pembuatan lagunya digarap di kawasan Bandung Timur, tempat dimana Alfi tinggal. Alfi Fisrifan juga merupakan gitarist dari band Ametis dan Wreck.

“Ya, bisa dibilang saya bedroom musician, tapi bukan berarti lagu ini dibuat asal-asalan. Malahan saya belajar banyak ketika membuat lagu ini,” ungkapnya.

Lagu Unsaid Things merupakan projek pertama yang EAZZ garap, menceritakan tentang percintaan Alfi di masa lalu. Banyak hal tak tersampaikan pada saat menjalani hubungan dengan mantan kekasihnya akibat kisah cintanya berakhir dengan tidak harmonis. Aransemen musiknya sendiri menggabungkan berbagai genre seperti dream pop, dreamy rock, alternatif rock, bahkan shoegaze. Musiknya sendiri terinspirasi dari nama yang terlebih duu berkarya seperti Fazerdaze, Alvvays, Turn Over, DIIV, dan Grrrl Gang.

Proses pembuatan lagunya digarap cukup lama, dimulai pada bulan November 2018. Dari rekaman, mixing, hingga mastering, semuanya dilakukan di The Pandora Labs milik Alikbal Rustiyad (Opung), yang merupakan salah satu personil band Brigade of Crow. Sementara artwork singlenya dibuat oleh Azura Fajrilira. Menurut Alfi, pemilihan cover single tersebut dipilih berdasarkan kecocokan antara gambar dengan cerita dari lagu Unsaid Things.

“Saya nggak suka mengotak-kotakkan lagu berdasarkan genrenya, tapi jika ditanya soal lagu ini, menurut saya benang merahnya bisa jadi dream pop, dreamy rock, alternatif rock, bahkan shoegaze,” ujar Alfi.

Ke depannya, Alfi akan merilis EP dalam format kaset yang menurut rencana akan dirilis dalam waktu dekat. (*)

 

Teks: Nabila Putri Viatikara
Foto: Arsip EAZZ