Organizer pertunjukan Kamar Bising adalah pendatang baru yang perlu diberi perhatian. Digagas oleh Haecal Aliba Benarivo dan Sasha, mereka mencoba menjadi penyedia alternatif hiburan, terutama di ranah musik bawah tanah, yang juga beririsan dengan beberapa ruang kerja lainnya.

(Morgensoll)

Haecal Aliba Benarivo atau yang lebih dikenal dengan nama Rivo merunut ke belakang. Sebetulnya Kamar Bising ini muncul atas rasa penasarannya, mengapa panggung-panggung bagi band yang memainkan musik turunan seperti post-rock, post-metal, stoner metal, atau doom metal ruangnya masih sedikit sekali dan cukup jarang ditemui. Jangankan membicarakan kancahnya, toh jumlah panggungnya saja sangat terbatas.

Pada 21 Juli 2018 yang lalu, gig perdana Kamar Bising bertajuk Louder pun digelar untuk menjawab rasa penasarannya. Mengambil tempat di Abbe Studio di Gandaria, Jakarta Selatan, Rivo menyulap studio musik dengan spesifikasi mumpuni tersebut menjadi arena pesta band-band “hijau” untuk tampil. Mengutip sumber terpercaya, Abbe Studio adalah tempat latihan dari beberapa diva macam Raisa dan Isyana Sarasvati.

Yang menjadi highlight malam itu ada Manumanasa grup stoner rock dari Tangerang Selatan, kemudian Godplant yang memainkan musik sludge metal murni, rock instrumental Morgensoll –yang juga band milik Rivo—, serta dua nama impor dari Bali dan Magelang, duo doom metal Cyclops dan stoner metal trio Klandestin.

Beberapa cuplikan lagu terbaru kami saat tampil di acara LOUDER yang dipersembahkan oleh @kamarbising_ semalam. * Terima kasih yang sudah datang dan meramaikan acara semalam. KEREN! #manumanasa

Seisi ruangan penuh oleh kepulan asap tebal dengan aroma bermacam-macam. Banjir keringat ada di mana-mana, karena memang Abbe Studio tidak terlalu besar. Semuanya menjadi satu dengan tengiknya aroma anggur lokal plastikan yang berhasil diselundupkan masuk. Jarang ada moshpit malam itu, karena ini adalah malam yang berat dengan pemandangan headbang berjamaah.

Rivo kemudian menceritakan beberapa hal tentang Kamar Bising kepada Siasat Partikelir. Banyak yang ia beberkan, mulai dari apa itu Kamar Bising, bagaimana proyeksinya, hingga apa saja kesulitan yang dialami. Semuanya mengalir santai begitu saja dalam sebuah sesi obrolan ringan.

(Haecal Aliba Benarivo; Morgensoll & Kamar Bising)

Kamar Bising itu sebetulnya apa sih ? Kolektif yang fokusnya bikin gigs ?

Sebetulnya bukan kolektif sih. Nah, tapi gue juga sebetulnya belum tau bakal menyebut Kamar Bising sebagai apa. Cuma, sekarang Kamar Bising mencoba menjadi media mungkin ya untuk beberapa band yang bisa dibilang masih underrated lah. Tapi mereka ini kualitas karyanya harus ditonjolin, orang-orang harus tahu. Nah, di Kamar Bising nantinya gue enggak cuma bakal bikin gigs aja. Banyak yang memang sudah gue persiapkan.

Misalnya kayak gimana ? Banyak wilayah yang bakal lo garap ?

Kedepannya gue mau bikin live session buat promosi band-band, terus records juga untuk mendistribusikan karya, artist management sama studio latihan dan recording.

Bisa dibilang jadi multi platform ya, karena ruang kreatifnya ada banyak?

Kamar Bising ke depannya bisa dibilang bakalan jadi semacam production house bagi band-band yang gue suka sih.

Kenapa kepikiran untuk bikin Kamar Bising? Lo sendirian jalaninnya nih?

Ide awalnya dari kamar gue, di mana gue tidur disitu, sekaligus juga studio latihan buat band gue Morgensoll. Si Godplant juga kadang latihan disitu. Suasananya berisik dan gue juga kebetulan suka musik-musik yang memang berisik. Kemudian si Sasha, pacar gue, mulai suka juga. Dan kesebut deh tuh, “Kenapa namanya enggak Kamar Bising aja ?” Di situ gue setuju. Kamar Bising sebetulnya gue jalanin berdua sama Sasha. Tapi sekarang gue jalan duluan aja karena dia lagi ngerjain tugas akhir di kampus. Cuma ya yang buat Kamar Bising ini ya kita berdua.

Nah, lewat gigs Louder ini adalah salah satu cara lo buat ngenalin ke orang-orang soal si Kamar Bising berarti ya?

Iya betul. Di edisi pertama ini gue mau kasih tahu ke orang-orang kalau ada sesuatu yang baru, namanya Kamar Bising. Karena menurut gue, cara ngenalin paling efektif ya orang lihat langsung. Makanya gue bikin gigs aja sekalian. Kalau enggak ada halangan, bulan depan lanjut lagi, ini masih nyari tempat.

Selain gigs, yang paling dekat, apa rencana lo?

Merilis video klip dari Godplant sih. Harusnya sih nggak lama lagi keluar ya. Hampir semua prosesnya sudah beres.

Lo tipikal yang punya plan jauh kedepan gitu atau enggak sih? Misalkan bulan ini harus bikin ini, bulan berikutnya harus bikin itu. Atau yang tipikal, garap saja yang memang sedang ada kesempatannya?

Dua-duanya sih. Ada beberapa rencana juga yang siap jalan.

Apa yang paling ribet dari bikin platform semacam ini?

Sekarang belum ada yang ribet banget sih, karena skalanya masih kecil kali ya. Paling ya manpower aja sih kadang, karena sejauh ini gue masih jalanin berdua sama Sasha, paling itu pr-nya sekarang.

Bikin platform kayak gini, kalau lo punya rencana dan proyeksi yang bagus banget, bisa jadi oke banget nantinya. Tentu termasuk business plan didalamnya, supaya si Kamar Bising bisa jalan terus. Soal pendanaannya, bagaimana?

Sekarang sih masih pakai uang sendiri, tapi sekarang gue sudah punya beberapa rencana untuk bikin Kamar Bising untuk bisa tetap bertahan dan tetap bisa jadi platform untuk band-band yang oke menurut gue.

Kalau ada band-band yang tertarik dengan Kamar Bising, misalnya bikin project bareng atau lainnya, berarti murni harus sesuai dengan selera pribadi lo ya?

Iya betul, sejauh ini masih gue yang kurasi. Tapi apa yang gue kurasi gue coba liat lagi, apa yang mereka butuhkan dan apa yang “pasar” mereka butuhkan juga. Karena ya “pasar” itu bisa dibentuk menurut gue, walaupun nggak segampang itu memang, tapi ya kenapa nggak dicoba dulu aja.

Berarti lo cukup yakin ya musik yang bisa dibilang masih underrated ini, memang ada pasarnya disini?

Yakin kok, walaupun kemungkinan awalnya yang dengar bisa jadi cuma satu sampai lima orang, tapi seenggaknya mereka bisa nikmatin musiknya, dan bisa lebih menghargai. Nah dari situ, kalau memang sudah nyangkut, tapi mereka bakal cerita lagi ke temen-temennya lagi. Begitu aja prosesnya. Mereka juga layak menurut gue untuk dikasih ruang buat tampil. Ya semoga aja dengan adanya Kamar Bising punya gue dan Sasha bisa membantu.

*) Agenda dan kegiatan Kamar Bising bisa disimak di @kamarbising_

teks: Yulio Abdul Syafik
foto: Dokumentasi Kamar Bising & Haecal Aliba Benarivo