Jazz Buzz Salihara kembali diadakan di tahun 2018. Menjadi sebuah program langganan sebagai pembuka tahun milik Komunitas Salihara. Ide ini muncul dengan tujuan untuk memperkenalkan musik jazz mutakhir melalui medium rangkaian konser. Jazz Buzz Salihara menampilan komposisi yang tidak biasanya, namun segar dan eksploratif. Pemilihan line-up pun bisa dibilang unik, jarang ditemui di panggung jazz lainnya, mereka hadir dalam format baru.

Tema untuk tahun 2018 ini masih dalam lanjutan dari gelaran di tahun-tahun sebelumnya, kini dalam tajuk Jazz Sans Frontiéres III. Salihara Jazz Buzz selalu ciamik dalam menggabungkan nama-nama muda berbakat di dunia jazz, yang disiapkan untuk berbagi panggung dengan para musisi senior yang selalu haus akan eksplorasi dalam berkarya.

(Jazz Buzz Salihara 2018)

Yang pertama adalah Trio Ligro. Pengusung aliran free jazz dengan paduan rock kontemporer. Dibentuk tahun 2004, Trio Ligro merupakan proyek yang dijalankan oleh Agam Hamzah (gitar), Adi Darmawan (bas) dan Gusti Hendi (drum). Mereka banyak terpengaruh oleh Mahavishnu Orchestra dan Olivier Messiaen.

Kemudian ada nama Dewa Budjana. Pemain gitar kawakan yang banyak dikenal sebagai gitaris dari band GIGI. Dewa Budjana sendiri merupakan seorang penggila musik jazz sejak awal memilih instrumen gitar untuk ditekuni. Album solo terakhir milik Dewa Budjana, Zentuary (2017) menjadi salah satu album terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia.

Nama ketiga adalah Mirak Div. Kolaborasi Adra Karim dan John Navid tentang eksplorasi kemungkinan bunyi secara improvisasi melalui instrumen kibor dan bermacam jenis perkusi. Adra dan John akan membawakan komposisi-komposisi musik dengan bentuk dan warna yang baru. Repertoar yang dibawakan adalah komposisi yang mempunyai warna dan bentuk musik yang beragam dan baru. John Navid merupakan pemain drum dari band White Shoes and The Couples Company. Kemudian Adra Karim dikenal sebagai pianis grup band fusion jazz Tomorrow People Ensemble.

Lalu yang terakhir, Trodon. Grup muda ini banyak menggabungkan unsur dari musik rock, jazz dan progresif dalam karya-karyanya. Trodon terinspirasi dari unsur musik video game, musik klasik seperti J.S. Bach, Gustav Holst, Igor Stravinsky dan Claude Debussy. Tahun 2018 ini juga menjadi kali kedua bagi Trodon tampil di Jazz Buzz Salihara, setelah sebelumnya di tahun 2016.

Jazz Buzz Salihara rencananya dihelat selama dua pekan berturut-turut di bulan Februari ini. Berikut adalah jadwal penampilannya:

Trio Ligro
Sabtu, 17 Februari 2018
20:00 WIB.

Dewa Budjana
Minggu, 18 Februari 2018
20:00 WIB.

Mirak Div
Sabtu, 24 Februari 2018
20:00 WIB.

Trodon
Minggu, 25 Februari 2018
20.00 WIB.

Seluruh pertunjukan akan diselenggarakan di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tiket Jazz Buzz Salihara 2018 dibanderol seharga Rp 100.000,- (umum) dan Rp 50.000,- (pelajar) untuk setiap harinya.

teks: Yulio Abdul Syafik
foto: dok. Jazz Buzz Salihara