Yahya D Kurniawan, namanya diteriakan oleh ketiga orang MC diatas panggung Artwardingr Night 2017 bulan Desember lalu. Kemeriahan panggung senada dengan senyum lebar yang menghiasi wajah Yahya kala itu.

Pasalnya, ilustrator berbakat ini dinobatkan sebagai pemenang Goahead Challenge 2017 untuk section Visual Art. Yahya D Kurniawan pun resmi akan menerima reward yang luar biasa, yaitu pengalaman untuk berangkat ke Amerika Serikat, untuk belajar dan mengamati bagaimana pergerakan seni rupa berkembang begitu pesatnya disana.

Kini Siasat Partikelir berkesempatan berbincang singkat dengannya tentang proses berkarya. Bagaimana seorang Yahya memulai langkahnya dalam membuat suatu karya hingga suasana kota yang dapat membantu lahirnya ide-ide kreatif, sampai persiapan menuju Amerika Serikat yang didapatkan usai dirinya menggondol trofi winner Goahead Challenge 2017.

Berikut ini adalah obrolan singkat Siasat Partikelir dengan Yahya D Kurniawan, berbicang santai mengulas banyak hal tentang seni.

– Sebelumnya, informasi latar belakang tentang mas Yahya belum banyak ditemui di internet. Perkenalan paling sahih adalah ya seperti ini, tatap muka langsung. Boleh diceritakan mas ? 

Nama lengkap saya Yahya Dwi Kurniawan. Saya lahir di Magelang, 4 Agustus 1992. Pada tahun 2013 saya pindah domisili ke Yogyakarta untuk belajar mendalami seni secara otodidak.

– Kenapa memilih secara otodidak ?

Karena pada tahun 2013 saya sempat mendaftar di salah satu universitas seni di Yogyakarta, tetapi saya tidak lolos saat pendaftaran. Darisana kemudian memutuskan untuk belajar seni secara otodidak saja dan bekerja sebagai ilustrator untuk brand atau clothing, baik dari dalam dan luar negeri.

– Biasanya apa yang melatar belakangi proses berkesenian dari mas Yahya sendiri ? 

Saya berproses dari ide, yang saya ambil dari lingkungan dan budaya anak muda sekitar yang menyangkut tentang problem yang dekat dengan kami. Serta isu-isu lokal dari asal tempat tinggal saya. Dari membuat drawing dengan tinta di atas kertas dan darisana baru memilih media yang cocok untuk konsep dan karakter karya yang akan saya buat.

– Sudah nyaman dengan style yang sekarang digunakan ?

Karena saya rasa style saya saat ini cocok untuk diterapkan pada konsep dan isu yang saya angkat saat ini, juga mewakili karakter kelokalan dari presentasi diri saya sendiri dari proses kekaryaan saya.

– Tapi, tidak menutup adanya perkembangan dalam berkarya kan ?

Sebenarnya style ini saya kembangkan dari refrerensi imej lokal yang saya dapatkan di lingkungan tempat tinggal saya dan menggabungkan dengan refrerensi yang saya dapatkan selama ini.

– Kalau pendapat tentang Yogyakarta ? Kita semua tahu, Yogyakarta adalah kota yang memiliki suasana paling pas dalam kegiatan berkesenian.

Menurut saya, Yogyakarta adalah kota yang sangat menarik dan banyak hal yang membatu dan bahkan mempengaruhi proses berkaya saya selama ini. Ya tentu saja suasana kota banyak mendukung proses berkarya. Terutama lingkungan seni yang dekat dengan saya dan orang orang yang saya kenal sangat menginspirasi dan sangat membantu saya dalam mendalami seni maupun dalam proses berkarya saya.

– Nah kalau yang ini, setiap seniman memiliki jawaban yang selalu berbeda. Menurut mas Yahya, bagaimana suatu karya ilustrasi diapresiasi di kancahnya ? apakah DIY scene turut mendukung para ilustrator seperti mas  Yahya ?

Saya yakin mereka sangat mengapreasi dan mendukung para ilustrator. Hanya bagaimana cara ilustrator itu mempresentasikan dirinya dan karyanya. Saya pikir yang terpenting adalah cara mempresentasikan diri kita sendiri. Karna menurut saya attitude juga sangat mempengaruhi proses berkarya kita, terutama di lingkungan dekat.

– Sekarang mas Yahya sudah resmi menyandang status sebagai pemenang Goahead Challenge 2017, mewakili dunia Visual Art. Ada tanggapan ?

Goahead Challenge sangat membantu dan menjadi wadah yang mumpuni untuk belajar dan berjejaring. Juga bisa sharing untuk belajar kepada orang-orang yang mumpuni di bidangnya. Tentunya sangat memberikan pengalaman dan pengetahuan bagi saya. Contohnya, saya bisa belajar langsung dengan mas Ade Darmawan ( Ruang Rupa), mas Anton Ismael (Kelas Pagi), mas Saleh Hussein (WSATCC/The Adams) dan mas Barto (Ruang Rupa) tentang bagaimana proses berkarya. Bahkan saya juga bisa sharing dengan mbak Ajeng (Svastiari) tentang dunia mode atau ke mas Ardy (Chambers) tentang dunia musik. Karena pengalaman seperti itu yang sebenarnya penting menurut saya.

– Persiapan apa saja yang dilakukan sebelum bertolak ke Amerika Serikat nanti ?

Mempersiapkan list materi yang memungkinkan bisa saya adopsi dari sana untuk proses berkarya saya selanjutnya. Saat ini juga masih menggodok konsep untuk dipresentasikan disana. Juga masih mensortir alat dan media yang memungkinkan untuk saya bawa, siapa tahu disana busa membuat karya semisal drawing.

– Kalau disuruh memilih, siapa yang mas Yahya ingin ajak untuk berkolaborasi membuat suatu karya ? 

Ade Darmawan. Beliau sangat menginspirasi.  Jika saya bisa berkolaborasi dengannya, tentu itu akan menjadi tantangan buat saya. Dan juga dengan mbak Ajeng Svastiari. Saya membayangkan jika karya saya bisa dikolaborasikan dengan fashion, kayaknya lumayan seru dan menantang.

– Okay terima kasih mas Yahya atas waktunya. Oh iya, kalau ingin membeli ilustrasi anda, bisa melalui apa ya ?

Bisa lewat akun Instagram saya, @yahyastyles atau email selangkanganxmacan@gmail.com.

teks: Adjust Purwatama
foto: Dok. Yahya D