Nama Rimbang Baling mungkin masih terdengar sangat asing di telinga para penikmat musik Indonesia. Namun pada saat ini, wilayah yang terletak di Kenegerian Koto Lamo, Riau ini telah mencatatkan sejarahnya sendiri dengan menggelar festival musik mandiri pertama yang diberi tajuk dengan Festival Musik #1 Rimbang Baling.

Mengambil temba besar ‘Menyemai Bunyi di Tanah Sendiri‘, Festival Musik #1 Rimbang Baling digelar selama 6 hari lamanya, dari 22 hingga 28 Januari 2018. Selain menghadirkan talenta-talenta daerah mereka sendiri, Festival Musik #1 Rimbang Baring juga mengundang banyak musisi dan band dari sepuataran wilayah Sumatera dan Jawa.

(Festival Musik #1 Rimbang Baling)

Festival Musik #1 Rimbang Baling ini ditujukan sebagai art camp yang ramah untuk dinikmati oleh semua kalangan. Selain itu, festival ini juga ingin memberi pesan untuk menjaga kondisi alam Rimbang Baling dari gemputan pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit, tambang batubara dan illegal logging yang dianggap oleh masyarakat disana dapat menyebabkan kelumpuhan ekosistem lingkungan di Rimbang Baling.

Hutan di Rimbang Baling disebut-sebut sangat potensial untuk dijadikan sebagai destinasi wisaya seni dan budaya, karena wilayah Rimbang Baling dihuni oleh 12 desa adat yang sangat kaya akan ragam kebudayaan tradisionalnya.

Tidak hanya musik yang menjadi sajian utama dari Festival Musik #1 Rimbang Baling. Juga terdapat banyak kegiatan lomba tradisional yang diselipkam untuk turut memeriahkan suasana, seperti lomba pacu sampan, lomba tojun sarung lomba menembak ikan dan lomba calempong.

Nama-nama penampil yang hadir di Festival Musik #1 Rimbang Baling pun cukup beragam, beberapa diantaranya bahkan telah dikenal dalam skala nasional. Dari mulai Iksan Skuter, Sisir Tanah, Rusli Keleeng, Beni Riaw, Herry Dym, Sheila dan Azer dan masih banyak lainnya.

teks: Yulio Abdul Syafik
foto: dok. Koalisi Seni