Band asal Jakarta, Glaskaca, baru saja merilis debut album penuh mereka, Adendum, pada 14 September 2018 yang lalu. Album penuh ini menjadi pencapaian berikutnya setelah sebelumnya merilis dua mini album dan sejumlah single lepasan.

Glaskaca berdiri tahun 2013. Perlu dua tahun bagi mereka untuk bisa merilis Identity EP di tahun 2015. Dua tahun kemudian, di 2017, Staedig EP dirilis. Dan pada 14 September 2018 ini, debut album penuh Adendum akan tersedia untuk orang banyak.

Progresi bermusik yang mereka alami begitu enak untuk disimak; memulai dengan karya mandiri, bereksplorasi ke sana-sini, merilis dan mengalami perkembangan kemampuan menulis dan ujungnya punya sebuah debut album yang dihasilkan oleh sekumpulan musisi yang punya jam terbang produksi.

Dari produktivitas yang lumayan kencang itu, musik mereka berprogresi ke arah yang seru untuk disimak. Adendum diproduseri oleh Iga Massardi dari Barasuara. Dua single awalan dari album ini bisa jadi contoh bagaimana perkembangan mereka melesat jauh dari era dua mini album dulu.

“Adendum adalah album tentang krisis seperempat hidup, keresahan-keresahan yang dialami anak-anak pertengahan umur 20-an seperti kami dan bagaimana kami menyikapinya. Album ini juga variatif secara sonik, hasil dari penjelajahan pencarian sejauh mana musik Glaskaca bisa dibawa. Gambarannya bisa dilihat dari single yang sudah kami rilis,” papar Rayhan Noor, pemain gitar dan synth.

Selain Rayhan, Glaskaca juga berisikan Moses Mahitala (gitar, programs, synth –sedang berdomisili di luar negeri, tidak ikut di dalam foto resmi band), Nughoro Aldianto (drums) dan Dias Widjajanto (gitar, vokal).

Adendum sudah bisa didengarkan di sejumlah kanal musik digital dan juga dirilis dalam bentuk cd. (*)

Teks: Felix Dass
Foto: Dokumentasi Glaskaca