Band asal Bogor ini lama tak terdengar gaungnya dalam perkara merilis karya. Terakhir yang teringat adalah saat mereka merilis album Jejak Pesinggah yang penuh elemen durasi lagu panjang, instrumentasi yang riuh serta dinamika lagu yang kompleks. Itu tahun 2015. Lalu, tahun ini, terdengar kabar bahwa mereka baru saja merilis sebuah single teranyar yang berjudul API dan juga telah mengadakan showcase untuk perilisan dari single itu sendiri yang dihelat pada 17 Maret 2018 yang lalu. Beberapa waktu lalu kami sempatkan untuk berbincang membahas banyak hal dan tentunya juga soal single terbaru mereka dan terpilihnya mereka dalam 10 Besar Siasat Sound Trafficking.

Halo Life Cicla, pertama-tama kami ucapkan selamat atas perilisan single terbarunya ya. Dari pengambilan nama Life Cicla, apa makna yang terkandung dalam nama itu?

Terima kasih untuk apresiasinya, untuk makna dari nama Life Cicla itu adalah Siklus Kehidupan. Kami semua memiliki harapan bahwa nama kami mampu menjadi suntikan positif untuk kehidupan khalayak banyak.

Melalui musik tentunya ya. Bicara soal jenis musik yang kalian mainkan, banyak orang menyebut musik kalian Folk. Apa beda kalian dengan musisi Indonesia yang memainkan musik sejenis?

Menurut kami sendiri, musik itu tidak ada bedanya. Karena pada dasarnya apapun musik yang dimainkan, para pencipta ini menginginkan hal yang sama. Yaitu pesan yang disampaikan dari setiap lagunya sampai dengan baik ke pendengar.

Ya benar, itu hal yang sudah pasti diinginkan oleh setiap pencipta. Jika dari segi aransemen bagaimana? Jelas tiap band/ musisi memiliki ciri khas masing-masing yang ingin ditonjolkan.

Kalo soal itu, yang menjadi berbeda adalah lirik yang diciptakan mewakili kepedulian kami terhadap lingkungan. Kami selalu menyuguhkan unsur musik tradisional di setiap lagu kami. Dan juga kami memiliki sebuah pergerakan, 50% dari penghasilan yang didapatkan oleh kami akan disumbangkan ke yayasan/ lembaga/ individu yang membutuhkan.

Wah bagus tuh, secara tidak langsung kalian telah membentuk sebuah ekosistem kolektif untuk berbagi dan peduli kepada sesama. Ngomong-ngomong soal kolektif, kalian tentunya besar dan berkembang di dalam sebuah skena music yang notabene selalu berkolektif. Menurut kalian sendiri apa makna dari kolektif?

Kolektif itu berarti patungan uang untuk menyewa sounds, tukar pinjam amply, pinjam lighting. Itu sih yang sering kami lakukan hahaha. Tapi tidak hanya sekedar itu saja, dari kolektif itu sendiri juga kita bisa saling share problem band. Curhat problem jualan rilisan fisik dan akhirnya saling menemukan solusi bersama.

Problematika anak band yah hehe, nah sekarang soal single terbaru kalian. Single Api ini terasa berbeda dengan lagu-lagu yang terdapat di album pertama kalian kemarin. Apa nih yang sedang kalian eksplorasi?

Single Api ya, berbicara soal api. Api merupakan satu kesatuan elemen, api, tanah, air dan udara. Elemen itu selalu ada di sekitar kita saat hidup maupun mati. Saat ini kami sedang mengeksplorasi suguhan music yang segar tanpa meninggalkan karakter asli dari kami sendiri.

Makna apa yang terdapat di dalam lirik Api ?

Dari sifat api sendiri, api dapat menghancurkan juga dapat menjadi penerang. Tergantung bagaimana kita menggunakannya. Api juga merupakan anugerah besar dari Tuhan yang sewaktu-waktu dapat menghancurkan bumi dan seisinya, jadi kita harus selalu tetap sadar atas kehendak diri kita sebagai manusia.

Pencapaian terbesar yang ingin kalian capai?

Kami ingin lebih luas lagi mengenalkan musik kami. Kemanapun dan apapun, kami ingin menyebarluaskan pesan yang terdapat dalam lagu kami.

Soal Siasat Trafficking sendiri, menurut kalian bagaimana?

Kami senang sekaligus kaget, tidak sangka bisa sampai ke tahap 10 besar. Doa terbaik kami, bisa lolos dan jalan bareng tim Siasat Partikelir.

Bogor saat ini, skena musik disana sedang baik-baik saja atau bagaimana?

So far, sedang baik-baik saja. Sedang diatas angina dari segi musik hehe.

 

teks: Adjustpurwatama
foto: Dok. Life Cicla