Soundrenaline sudah dikenal luas sebagai festival musik terbesar di Indonesia. Festival yang diselenggarakan setiap tahun ini, juga jadi salah satu yang paling tua di tanah air. Tahun 2018 Soundrenaline memasuki edisi ke-15, sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012 lalu.

Dari segi penampil, Soundrenaline tidak pernah absen menghadirkan nama-nama terbaik untuk ditampilkan di setiap panggungnya, baik itu line-up dalam dan luar negeri. Beberapa tahun terakhir deret bintang tamu utama yang memeriahkan Soundrenaline berderet, ada nama beken seperti Wolfmother, Bloc Party, Simple Plan, Temper Trap, Jet, Cults yang sengaja mereka impor dari jauh, serta Naif, Slank, Burgerkill, Seringai, Mocca, Sheila On 7 dan masih banyak lagi selaku perwakilan dalam negeri.

Ada yang menyegarkan tahun ini. Menyandang tajuk The Soul of Expression, Soundrenaline 2018 juga berani memberi tempat bagi band-band serta musisi yang namanya masih terhitung baru, mereka dianggap punya potensi besar untuk turut memeriahkan jalannya acara. Dengan langkah yang mereka ambil ini, Soundrenaline mencoba membuktikan diri bahwa mereka siap menjadi rumah bagi siapa saja yang mencintai musik dan seni, menembus banyak batasan genre dan tetek-bengek lainnya.

Siasat Partikelir mencoba merangkum 5 nama debutan yang akan tampil di Soundrenaline 2018. Mereka memiliki modal materi dan aksi panggung mumpuni, siap membuat terpukau siapa saja yang datang ke kawasan Garuda Wisnu Kencana, Bali pada 8-9 September 2018 mendatang.

Silakan berencana untuk datang ke Soundrenaline 2018, sempatkan untuk menonton aksi dari nama-nama dibawah ini, dijamin tidak akan menyesal.

1. Mooner

Datang dari Bandung, Mooner adalah band baru dengan muka lama di dalamnya. Rekti (The Sigit, bass), Tama (Sigmun, drum), Absar (The Slave, gitar) dan Marsheila (Sarasvati, vokal) sepakat membentuk supergrup dengan amunisi heavy rock/stoner rock ini. Mooner sudah merilis satu album penuh berjudul Tabiat di tahun 2017 lewat corong Bhang Records yang dikelola sendiri oleh Rekti.

 

2. Semiotika

Trio post-rock eksperimental yang membuat banyak kepala penikmat musik lokal menoleh ke kota kecil Jambi di pusat pulau Sumatera. Riri (bass), Gembol (drum) dan Bibing (gitar) berhasil menceritakan banyak hal lewat musik yang mereka mainkan tentang keadaan kota Jambi saat ini meski tanpa lirik. Semiotika merupakan salah satu pemenang Goahead Challenge tahun 2017 dari subkultur musik.

 

3. Wake Up Iris!

Duet kekasih Vania (biola, vokal) dan Bie Paksi (gitar, kick drum) menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan saat ini di kancah musik folk dalam negeri. Materi menarik dan aksi panggung ciamik yang selalu mereka hadirkan menjadi daya tarik Wake Up Iris! asal kota Malang ini. Bersama dengan Semiotika, Wake Up Iris! juga merupakan jebolan ajang kreatif Goahead Challenge 2017, mereka menampilkan musiknya di festival SXSW di kota Austin, Amerika Serikat.

 

4. Rayssa Dynta

Mencuri perhatian para penikmat elektronik pop lokal. Nama Rayssa Dynta mencuat saat dirinya memutuskan untuk bergabung dengan label rekaman Double Deer Music dan merilis album Prolog di awal tahun 2018. Darisana, Rayssa Dynta mulai menjajaki banyak panggung yang bagus. Selain akan tampil di Soundrenaline 2018 nanti, dirinya juga sempat unjuk aksi di gelaran We The Fest belum lama ini.

 

5. Hurt’ Em

Musik mereka rapat, saat tampil pun selalu total tanpa basa-basi. Hurt’ Em akan menggilas siapa saja yang ada didepan mereka. Melepas album perdana Condolence dibawah bendera Lawless Jakarta Records, Hurt’ Em resmi menjadi satu jagoan baru di peta musik metal tanah air.

teks: Yulio Abdul Syafik
foto: Dokumentasi band