Pengumuman terbaru tentang program ‘Siasat Trafficking – Europe Calling’ bidang visual art.

Dalam beberapa hari terakhir, kami mulai membahas profil para penghuni 10 Besar ‘Siasat Trafficking – Europe Calling’ dari bagian musik. Kini giliran bidang visual art yang mendapatkan jatahnya.

Dari ratusan submission karya yang masuk, sulit rasanya untuk menyaringnya menjadi hanya 10 Besar. Namun, di sisi lain ini juga menjadi bagian paling menarik, untuk bisa memilah satu persatu karya-karya yang menarik. Proses kurasinya cukup panjang, dilakukan langsung oleh Farid Stevy Asta, seorang seniman multi disiplin yang karyanya membentang dari bermain band hingga menggambar.

Semua yang masuk memiliki ciri khasnya masing-masing. Keunikan masing-masing juga menjadi faktor penentu kenapa mereka bisa masuk 10 Besar. Para senimannya pun berasal dari banyak ragam daerah. Membaca fakta tersebut, lalu bisa dibilang bahwa kancah seni visual di Indonesia sedang (dan memang selalu) bergeliat.

Kami akan mulai mengupas mereka. Banyak hal di dalamnya, dari teknis berkarya hingga latar belakang si seniman, semua akan dijabarkan dan dikabarkan.

Oleh karenanya, jangan sampai melewatkan informasi lengkap dan terkini tentang ‘Siasat Trafficking – Europe Calling’ di situs Siasat Partikelir. Pantau terus dan tunggu hasil akhirnya siapa yang akan keluar sebagai pemenang.

Berikut adalah nama-nama 10 Besar dari ‘Siasat Trafficking – Europe Calling’ (Visual art):

– Luthfi Zulkifli (Bandung)
– Alan Mahirma Lars (Yogyakarta)
– Bombo (Makassar)
– Ardhi Fikri Kariri (Boyolali)
– Adi Gunawan (Makassar)
– Putud Utama & Rara Kuastra (Yogyakarta)
– Kuncir Sathya Viku (Bali)
– Tasya Merari (Medan)
– Jonas Sestrakresna (Bali)
– Wulang Sunu (Yogyakarta)

teks: Yulio Abdul Syafik
grafis: Siasat Trafficking